Dari arah berlawanan, Lintang bisa melihat Kevin yang sedang membawa kanvas dengan berbagai macam cat air di tangan nya. Sementara dari sisi lain, Kevin bisa melihat Lintang dengan wajah berkeringat sedang membawa bola basket digenggaman nya. Walaupun tahu mereka akan berpapasan di koridor, keduanya tetap meneruskan langkah mereka tanpa memperdulikan satu sama lain. Dan tanpa memperdulikan apa yang akan terjadi nantinya. Ketika jarak mereka tinggal sedikit lagi, keduanya saling melirik sinis, hingga saat tepat mereka bersebelahan, Kevin berhenti dan mengusik Lintang. "Kalau punya cewe, dianterin pulang. Mana nyali lo ngebiarin cewe pulang sendiri?" Ejekan yang dikatakan Kevin dengan suara berbisik diakhiri dengan kekehan kecil itu membuat rahang Lintang sontak mengeras. "Maksud lo apa

