Sudah tiga hari ini Jonathan dan Diva tak saling bertemu satu sama lain, karena mereka memang tak bisa saling bertemu sebelum hari pernikahan mereka. Jonathan saat ini benar-benar sangat merindukan Diva. Ia tak bisa lagi menahan rasa rindunya yang semakin menggebu-gebu. “Gar, gue harus ketemu Diva sekarang juga. Gue udah gak bisa menahan diri lagi. Sumpah! Rasanya tuh nyesek banget tau gak!” Tegar menggelengkan kepalanya. Sahabatnya itu sudah seperti tak bertemu dengan calon istrinya bertahun-tahun. Padahal juga baru tiga hari tak bertemu. Bahkan setiap jam, sahabatnya itu selalu menghubungi Diva dan bilang kalau kangen. “Astaga, Jo. Sabar napa. Besok lo bisa puasin meluk Diva. Bahkan lo bisa kurung dia di kamar seharian. Lo bisa puas-puasin tuh malam pertama lo sama Diva.” Jonathan

