25: Dedek. Five

853 Kata

Aku dan Sev saat ini sedang berlarian di lorong rumah sakit. Walau dihujani tatapan sinis dari penghuni rumah sakit, kami tetap berlari. Mencari ruangan dimana ayah Sev dirawat. Gimana bisa kejadian? Saat wisuda tadi kan ayah ada disana. Aku menatap punggung Sev yang naik turun, dia berlari dengan panik. Ya jelas panik, karna hanya ayah satu-satunya keluarga yang dia punya. "Minggir. Saya mau ketemu ayah." ujar Sev saat tiba di kamar rawat ayah. Di depan kamar rawat ayah ada beberapa orang bodyguard yang berdiri dengan kokoh tanpa memberikan celah untuk kami lewat. "Maaf tuan, saya tidak bisa. Dokter berkata bahwa tuan besar tidak bisa diganggu sementara waktu." ujar si kumis. "Tapi saya anaknya!" teriak Sev. Aku mengelus pundak Sev, berharap dia akan tenang. Tak lama kemudian se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN