24 : I’m In Love

937 Kata

"Severus!" I'm totally panic now. Aku menghampiri Sev yang tengah meringis kesakitan. "Sev… Kenapa nahan coba…?" ujarku sambil memegang pergelangan tangannya. Dia hanya tersenyum. "Aku gamau kamu luka sayang." Aku ingin menangis. Sev kelihatan sangat kesakitan. "Severus. Ayo cepat ke ruang kesehatan." ujar pak botak. Entah kenapa yang nongol pak botak. Sev menggeleng. "Saya kan mau tampil sama Ruby pak." Pak botak mendengus kesal. "Lupakan." ujarnya. Kemudian pak botak memandangku. "Ruby, kamu tampil sendiri ya." Astaga. Aku melotot. Gimana bisa aku tampil sendiri? "Pak, tapi Ruby gabisa main gitar. Izinin saya ikut pak." ujar Sev. Ya ampun Sev, kamu lagi sakit. Aku gasuka kalo dia berkorban buat aku kaya gini. Kalo tangannya patah gimana? Eh lebay ya. Ga mungkin juga patah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN