17 : Painful

1260 Kata

Kuyakin dia berniat memberikanku senyuman yang lembut.  Namun yang kulihat adalah senyum menyeramkan.  "Severuuuuuus!!!" kutinggikan volumeku hingga Sev bisa datang ke tempatku berada.  Eh? Aku dimana sekarang?  Gudang belakang sekolah?  Kenapa aku bisa ngejar Sev sampe kesini?  Sialan emang si Sev! Gara-gara dia lagi kan, aku ketemu sama Kenzo.  "Kenapa sayang? Pahlawan kamu ga dateng ya?" ujarnya sambil mengelus pipiku.  Aku tegang. Terdiam di tempat.  Blank.  "Jangan. Mendekat." kutekankan setiap perkataanku.  "Kenapa emangnya sayang? Bukannya kamu seneng ya kalo aku nempel-nempel sama kamu?"  "Apa sih mau kamu?" kataku, mendongakkan kepalaku sehingga tidak terlihat lemah di depannya.  "Aku.. Ingin.." dia berdesis sambil melihat tubuhku dari atas sampai bawah dan bersiul. 

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN