Dia selalu cerewet, mengomentari apapun yang aku lakukan. Seperti sekarang ini, aku sedang mencabuti rumput liar di rumahku dan dia tidak berhenti mengomentariku. FYI, aku belum ketemu sama ayah. Aku kangen ayaaah! Dia belum pulang. Dan aku tidak tau dimana keberadaannya sekarang. "By! Aku capek ah. Kamu lanjutin sendiri ya." perkataan Sev membuyarkan lamunanku. "Idih. Bantuin kek. Jahat amat masa." kataku sambil menyabut rumput liar dengan ganas. Dia mengipas-ngipas dirinya dengan topi yang dia pakai. "Gila.. panas banget.." "Masuk aja gih, ngadem." ujarku sambil memberikan kunci rumahku padanya. Bukannya mengambil kunci rumah yang kusodorkan, dia malahan merebahkan dirinya di rumput. Berguling-guling seperti anak kecil. "Kamu ngapain sih Sev?" tanyaku sambil berdiri mengamb

