Arlo tersenyum kala membaca pesan dari Joan. Setidaknya ada hal yang bisa membuat pikirannya sedikit rileks. Meskipun tetap ada rasa bersalah yang terselip di hati. Jemarinya mulai mengetik balasan. Arlo: I miss you. Can’t wait to see you. Setelah mengirim pesan, dia menyimpan gawai di dashboard. “Bram, apa masuk akal kalau malam hari berhubungan intim, paginya tidak ingat apa pun?” Pria tampan itu menoleh pada sang asisten yang sedang mengendarai mobilnya. “Bisa saja sih kalau melakukannya saat mabuk, Pak,” jawab Bram sembari tetap fokus menyetir. “Aku semalam sama sekali tidak mabuk, Bram. Maminya Davina datang ke apartemen, makan malam bersama kami. Setelah itu aku duduk-duduk di depan TV. Tadi pagi tahu-tahu aku bangun di kamar Davina dalam kondisi hanya memakai bokser dan Davina

