Bab 31

1188 Kata

Joan diam setelah Niko mencecarnya. Dia paling tidak suka didesak seperti itu. Membuatnya tidak nyaman hingga malas menanggapi. Gadis itu memalingkan wajah ke sebelah kiri. Melihat apa saja yang tampak dari kaca jendela yang gelap. Niko mendesah karena Joan tak juga mengeluarkan suara apalagi menjawab pertanyaannya. Dia sangat sadar kalau gadis itu enggan memberi jawaban. Hingga suasana di dalam mobil menjadi sunyi. Sampai mereka masuk ke tol, Joan masih tetap diam. Tanpa Niko tahu, Joan sudah terlelap. Sejak Arlo setiap hari datang ke unitnya, waktu istirahat gadis itu jadi berkurang. Apalagi pria berlesung pipi itu pulangnya selalu di atas pukul 9.00 malam. Selalu ada saja alasan Arlo untuk berlama-lama di sana. Walaupun sedikit terganggu, Joan tetap menikmati kebersamaan mereka. “Jo,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN