Sentuhan lembut di kening, membuat Joan memejamkan mata karena merasa tenang dan dilindungi. Arlo berpindah menyentuh pipi kanan, sementara pipi kiri gadis itu dibelai jemari sang kakak kelas dengan lembut. Tak lama kemudian, sentuhan itu beralih ke bibir. Menyatukan wajah keduanya. Menyalurkan rasa cinta yang selama ini terpendam. Arlo menyentuh Joan dengan lembut. Sentuhan pertama untuk keduanya. Terasa kaku, tapi cukup membuat candu. Mereka saling mencecap tanpa ada yang mendominasi. Cukup lama hingga keduanya hampir kehabisan napas. Menjauhkan diri sejenak sebelum kembali melanjutkan kegiatan intim mereka. Setelah beberapa saat, Arlo menjauhkan diri lalu menempelkan keningnya pada kening Joan. Perlahan gadis itu membuka mata yang disambut senyuman oleh Arlo. “Terima kasih, Jo. I love

