“Makasih, karena udah nganterin gue pulang, Ndra,” ucapku saat kami sampai di depan rumahku. Jantungku masih berdebar cepat karena pertemuanku dan keluarga Indra. Aku merasa bahagia dan begitu dihargai oleh mereka. Aku tidak menyangka, akan disambut sehangat itu oleh keluarga Indra. Aku jadi berpikir untuk memperkenalkan Indra dengan orangtuaku juga. Aku harap, orangtuaku juga bisa menerima Indra dengan hangat. Sejujurnya, aku jarang sekali mengobrol atau makan bersama dengan orangtuaku. Aku sering berangkat pagi-pagi tanpa sarapan, lalu pulang setelah mama dan papaku tidur. Sekarang, aku merasa bersalah karena kurang bisa meluangkan waktu untuk mereka. Sangat berbeda dengan Indra, yang terlihat sayang sekali dengan keluarganya. Atau, apa karena aku tidak

