Untuk pertama kalinya, setelah sekian lama, aku sarapan bersama kedua orangtuaku. Sarapannya sederhana, hanya nasi goreng dan telur ceplok. Namun, ternyata rasanya sangat enak. Sudah lama aku tidak makan masakan mama. Aku terlalu sok sibuk, kan? Aku sungguh berterima kasih dengan keluarga Indra. Karena mereka, aku jadi sadar apa kesalahanku. Karena mereka, aku jadi ingin memiliki keluarga sehangat mereka juga. Terima kasih, Ndra. “Gimana, Key? Enak?” tanya mama, duduk di hadapanku dengan tatapan yang penasaran. Aku mengangguk pelan. “Enak banget, Ma.” Mama tersenyum semakin lebar, lalu memberiku satu telur ceplok lagi. “Makan yang banyak.” “Ya, makasih, Ma.” Aku sebenarnya tidak terllau suka makan telur, k

