Setelah siaran dengan Indra, aku terkejut karena ruang siaran kami tiba-tiba terbuka dan Tere datang dengan senyum begitu lebar. “Sorry, Ndra. Gue boleh minjem Keyra sebentar?” Kenapa dia harus minta izin segala? Indra hanya mengangguk, lalu aku pun langsung diseret oleh Tere ke luar. Dia terus menarik tanganku, mengajakku ke tempat yang lebih sepi. Aku jadi curiga, apa sebenarnya yang Tere mau bicarakan? “Key, sebelumnya gue mau minta maaf.” Aku mengernyit. “Maaf? Buat apa, Re?” “Selama ini, gue sebenernya suka banget sama Lukas. Tapi, tentu aja gue nggak mau deketin Lukas karena dia itu pacar lo.” “Hmm, gitu. Terus?” “Semalem gue ketemu dia tanpa disengaja, terus kita

