31

1077 Kata

Ketika membuka pintu apartemen dengan segera aku membuka pakaian melangkah mundur menggoda Wijaya, aku mengambil botol madu yang ada di meja makan, aku duduk di meja dekat sofa melebarkan kakiku sehingga Wijaya dapat melihat organ intimku bahkan sampai daging kecil dalam. Wijaya menatapku tidak percaya atas apa yang aku perbuat meskipun begitu tatapan matanya seakan ingin menerkamku tanpa henti, aku memberikan tatapan menggoda dan dapat kulihat jakunnya naik turun Aku meneteskan madu di jari lalu aku jilat jari dengan cara menggoda, aku tuang kembali dan lumurin di sekitarnya dengan gerakan memutar juga bukit kembarku. Wijaya mendekatiku menarik jariku dengan segera mengulum jariku yang masih ada madunya, setelah bersih Wijaya menjilat bijiku yang sudah dilumuri madu dengan perlahan aku m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN