32

1109 Kata

Aku menatap wajah Wijaya yang tengah tidur karena terlalu lelah mencapai kenikmatan bersama, seketika aku memegang perut berharap benih Wijaya tumbuh disini dan aku yakin jika kelak akan menjadi anak yang beruntung karena banyak cinta yang diberikan. Aku memainkan milik Wijaya yang belum berdiri, miliknya ini yang membuat aku mencapai kenikmatan berkali-kali. Aku memainkan milik Wijaya yang masih dalam keadaan loyo, aku elus kepala penisnya lalu berikan pijat perlahan aku berikan ciuman lembut di milik Wijaya secara perlahan miliknya tersebut bangun "Sayang ngapain?" tanya Wijaya dengan suara serak khas orang bangun tidur "Mainin milik kamu" jawabku sambil menyentil miliknya "Kok disentil?" tanya Wijaya bingung dan mengernyitkan mata Aku tersenyum "miliknya nakal bikin aku loyo" lalu m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN