Ketika mentari menyapa, Shara membuka kelopak matanya yang baru terpejam saat menjelang fajar. Shara benar-benar tidak bisa tidur semalaman. Dirinya terus saja memikirkan suaminya yang sedang jauh darinya. Shara yang masih belum sadar dari tidurnya, dengan linglung menelusuri kamarnya. "Mas Arian." Panggilnya yang belum sadar kalau sedang berada di rumah Ayah. Kemarin, Shara mengikuti permintaan Arian, agar menyusul Ayah yang kecewa padanya. Walaupun sebenarnya tidak rela meninggalkan suaminya, tapi Ayah lebih penting, kondisinya masih belum stabil. Shara mengusap kedua matanya, menghela nafas panjang setelah sadar dimana dia berada sekarang. "Mas Arian sudah bangun belum ya?" Shara bertanya-tanya. "Lebih baik telpon saja." Shara mencari-cari ponselnya. "Dimana ponselku?" Shara mengin

