Bukan sebatas sumpah biasa, karena Tian tidak pernah main-main dengan perkataannya. Perlahan, Tian membaringkan diri di atas ranjang. Malam ini ia tidur sendiri karena Maria memilih tidur bersama Agam. Sepi? Tentu saja. Meski saling memunggungi, rasanya tetap ada yang kurang saat Maria tidak ada di sini. "Dia cantik," gumam Tian. "Tapi tidak untuk aku cintai." *** Bab 30 Malam Itu. Apartemen dengan nomor satu dan dua nol di belakangnya itu, sedang dalam keadaan riuh. Dua gadis cantik tengah sibuk merias diri masing-masing. Gadis berambut pirang, bernama Rika sedang dudu di depan cermin kecil yang ada ditangannya. Satu tangannya lagi memegang lipstik yang kemudian ia oleskan pada bibirnya. Sementara di depan meja rias dengan cermin persegi panjang, berdiri sosok cantik lain. Gadis cant

