“Ooh jadi tunanganmu yang dijadikan sandera. Aku turut berduka cita tapi dengan berat hati kukatakan, dia sebenarnya sudah mati.” Flinn menatap penuh amarah pada Luke. Dia melepaskan genggamannya pada tangan wanita yang baru ku ketahui bernama Jane. Dia berjalan menghampiri Luke yang tengah berdiri tidak jauh dariku. “Sudah kukatakan jangan bicara sembarangan. Dia belum mati, dia masih hidup!!” bentak Flinn yang ditanggapi Luke dengan dengusannya. “Terserah kau mau percaya atau tidak, aku hanya merasa bersimpati padamu karena aku merasa kita senasib. Lagipula aku yakin kau tidak bodoh. Kau pasti tahu betul cara untuk membuktikan kebenaran dari perkataanku ini.” Flinn hanya terdiam sebelum akhirnya dia menatap ke arahku dengan tatapannya yang sulit untuk diartikan. “Kinsey bisa kita bi

