“Tidak ada gunanya berdiam diri disini dan terus menyesali ketidak berdayaanmu. Semua itu tidak akan membantu apapun. Kekasihmu itu tetap tidak akan bangun.” Pria misterius itu kembali berucap yang sukses membuat Flinn dan Roy tebelalak mendengarnya. Sebenarnya reaksiku pun tak jauh berbeda dengan mereka. Flinn beranjak bangun dari posisi duduknya dengan tatapannya yang lekat tertuju pada pria berjubah merah nan misterius itu. “Siapa anda? Kenapa anda mengetahui masalah kami?” tanya Flinn penuh curiga. “Aku melihat semuanya. Peristiwa malam itu ketika jiwa gadis itu diambil alih oleh makhluk astral penghuni hutan ini. Jiwanya sedang menjadi tawanan saat ini, itulah alasan dia tidak sadarkan diri. Dia akan tetap seperti itu sampai jiwanya diselamatkan dan kembali ke dalam tubuhnya.” Ked

