Hosh ... Hosh ... Hosh Kudongakkan kepala menatap wajah Flinn ketika kudengar suara napasnya yang terengah-engah. Rasa khawatir seketika kurasakan ketika melihat wajahnya meringis kesakitan dengan kedua matanya yang tertutup. Tentu aku tahu betul penyebabnya, pastilah karena luka tembakan di pinggangnya yang tak hentinya meneteskan darah. Aku melepaskan pelukan Flinn dan menatap ke arah depanku, memastikan orang-orang itu tidak menemukan kami. Aku sedikit bernapas lega karena tidak mendapati sosok mereka. Dalam situasi seperti ini, hal yang bisa kulakukan hanyalah meminta pertolongan pada seseorang. Naasnya aku tidak bisa menghubungi siapapun karena ponselku berada di dalam tas ku yang pastinya sudah hancur terbakar bersamaan dengan mobil Flinn. Ya, tas itu tak sempat aku bawa ketika F

