“Aku sudah ada disini, aku sudah siap untuk mendengarkan kisahmu. Jadi tunjukkan dirimu !!” teriak piya dengan suaranya yang bergetar. Aku menyadari ketakutan yang dia rasakan sekarang ini, tapi aku salut padanya karena dia tetap maju meski dirinya tengah diselimuti ketakutan. Sesaat kemudian angin berhembus dengan kencang di dalam ruangan ini, sesuatu yang aneh mengingat tidak ada jendela di dalam ruangan ini. Lalu asap putih yang selalu kulihat itu tiba-tiba beterbangan di sekitar kami dan tak lama kemudian asap putih itu berkumpul membentuk sosok manusia. Sosok wanita yang tubuhnya memancarkan cahaya berwarna putih, terlihat wajahnya pucat disertai rambut panjangnya yang berantakan. Darah menetes dari tubuh bawahnya, ku perkirakan darah itu berasal dari sekitar pahanya mengucur deras

