“Kinsey,” Suara panggilan seseorang sambil menepuk-nepuk wajahku, menyadarkanku. Kubuka kedua mata perlahan, semuanya masih tampak buram. Tapi kucoba mengerjap-ngerjapkan mata untuk menyesuaikan penglihatanku dengan cahaya di tempat ini. Ketika akhirnya kedua mataku terbuka dengan sempurna, aku tersentak ketika melihat wajah Flinnlah yang pertama kali kulihat. Dia berada di dekatku dan tampak mengembuskan napas lega ketika melihatku bangun. “Kins, syukurlah akhirnya kau sadar. Kenapa kau bisa tenggelam di danau?” Kualihkan pandangan pada pemilik suara itu yang tidak lain adalah Roy. Roy tepat berada di samping Flinn. Dia pun tampak senang melihatku kembali sadar dari pingsan. Ya, aku mengingatnya sekarang, aku tenggelam di danau. Aku masih berada di pinggir danau dan masih kurasakan tu

