Sudah lebih dari 15 hari Flinn terbaring kaku di tempat tidurnya. Sejak peristiwa mengerikan itu Flinn dinyatakan dalam keadaan koma oleh dokter. Tentu aku sangat takut mendengarnya, aku hanya takut dia tidak akan membuka matanya kembali seperti yang dialami oleh Jane. Setiap hari aku selalu menemani Flinn di ruang perawatannya seperti saat ini, aku sedang duduk di sebuah kursi yang tepat kuletakkan di samping tempat tidur Flinn. Tak bosan aku menatap wajah tenangnya yang sedang tertidur. Hatiku berdenyut nyeri melihat banyaknya alat-alat medis yang terpasang di tubuhnya. Tak hentinya aku berdoa semoga kedua matanya yang selalu terpejam itu bisa segera terbuka. Aku merindukan tatapan tajam bagai elangnya. Mungkin terdengar gila tapi aku juga sangat merindukan suaranya yang sering mengataka

