Om Emil mendapatkan telepon dari salah satu bawahannya yang mengatakan bahwa mereka sudah menemukan sosok tengkorak merah yang tidak lain adalah Flinn. Tentu kami bergegas pergi ke sana. Kami berangkat dengan menaiki mobil patroli milik Om Emil. Setibanya kami di tempat itu yang ternyata kami tengah berada di pusat kota. Kami tercengang ketika melihat pusat kota yang dipenuhi gedung tinggi beserta banyak orang dan kendaraan yang biasanya berlalu-lalang, kini tampak kacau. Keadaannya tidak jauh berbeda dengan jalan raya yang diperlihatkan oleh siaran berita di televisi yang kulihat di rumah sakit tadi. Di sini pun keadaan tak kalah kacaunya. Banyak kendaraan yang sudah mengalami rusak parah hingga menimbulkan ledakan, sontak tempat ini pun menjadi dipenuhi kobaran api. Orang-orang berlaria

