“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!” teriakku ketika kurasakan angin ini semakin berhembus dengan kencang. “Kins, kau baik-baik saja? Pegangan yang kuat.” Roy yang mengatakannya, tentu tanpa diingatkan olehnya pun aku akan berpegangan kuat pada benda apapun di ruangan ini yang bisa menyelamatkanku dari tiupan angin ini. Aku berpegangan pada sebuah meja namun naasnya meja ini tampaknya tidak akan mampu bertahan lama. Angin kencang ini berasal dari tubuh Flinn yang masih dalam proses perubahannya. “Pegang tanganku!!” Luke berteriak padaku dengan tangannya yang terulur padaku. Aku heran karena dia masih bisa berdiri dengan kokoh seolah tubuhnya tidak terpengaruh oleh hembusan angin ini. Aku meraih tangannya dan memegangnya dengan erat. Dengan susah payah aku melangkahkan kakiku mendekatinya hingga

