CHAPTER 44 TENGKORAK MERAH (PART 1)

2538 Kata

Flinn masih terdiam di tempatnya sambil tatapannya yang tertuju pada Jane. Dari tatapan kosongnya, kentara sekali dia sedang sibuk dengan pemikirannya sendiri. Sembari menunggu Flinn mengambil keputusannya, akhirnya aku berinisiatif untuk menanyakan beberapa pertanyaan lain pada Luke. Banyak hal yang masih tidak ku mengerti tentang penjelasan Luke tadi. “Luke,” panggilku yang spontan membuat Luke mengalihkan tatapannya padaku. Sejak tadi dia memang mengarahkan tatapannya pada Flinn. “Kenapa cantik?” tanyanya balik sambil tersenyum ramah padaku. “Masih ada banyak hal yang tidak kumengerti dari penjelasanmu tadi. Tidak apa-apakah jika aku bertanya?” Luke terkekeh mendengar pertanyaanku, membuatku menatap sebal padanya. Kepribadiannya tidak jauh berbeda dengan Roy menurutku. Sama seperti R

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN