Aku terkejut mendengar teriakan seseorang. Ternyata itu adalah teriakan sopir angkot yang hampir menabrakku. Ya, sore itu aku hampir mengalami kecelakaan. Kalau saja telat beberapa detik saja, sepeda motor yang aku kendarai pasti sudah dihantam oleh angkot yang datang melaju dari arah samping kanan. Beruntung sekali sang kuasa masih menginginkan aku untuk hidup. "Mas kalau mau balapan jangan di jalan raya. Di sirkuit sana," ucap sopir angkot itu. "Kalau kayak gini Mas bisa membahayakan nyawa Mas-nya sendiri dan juga nyawa orang lain," lanjutnya. "Untung tadi nggak ketabrak. Coba kalau ketabrak. Saya nggak tahu bagaimana jadinya," ucapnya lagi. Benar saja. Kalau saja waktu itu aku tertabrak, mungkin saat ini aku sudah tidak bisa menceritakan kisahku dengan Shela. Karena kemungkinan terb

