Bab 83

1009 Kata

"Eh, aku ikut," ucapnya. "Aku mau ke toilet, lho. Ya kali kamu mau ikut," kataku. "Ih, gak apa-apa, lah. Kan aku bisa nunggu di luar. Daripada di sini, banyak cowok-cowok nakal," ucapnya. "Hm. Ya udah, ayo!" ucapku. Aku sudah berjanji untuk menjaganya. Maka dari itu aku izinkan saja ketika dia ingin ikut aku ke toilet. Dalam arti mengantar saja di depan pintu toilet, bukan ikut masuk ke dalam. Meskipun tidak menjamin dia akan aman dari bahaya, setidaknya kalau dia berada di jarak yang tidak terlalu jauh denganku, jikalaupun terjadi bahaya, aku masih bisa melindunginya dengan segera. Itulah yang aku pikirkan kala itu. Intinya keselamatannya adalah prioritas utama bagiku. Tak kan kubiarkan seorang pun memberi rasa takut ataupun rasa sakit untuknya. "Tunggu di sini aja, ya. Awas kalau n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN