Bab 76

1008 Kata

"Kalau emang mereka jahat lagi sama lo, jangan diberi maaf lagi. Kesempatan tidak datang dua kali. Kalau lo terus-terusan memaafkan, mereka bisa memanfaatkannya untuk menghancurkan lo. Camkan itu!" ucap Firman. "Iya, gue tahu kok. Tapi entah kenapa gue percaya kalau mereka memang benar-benar sudah berubah. Ekspresinya, raut wajahnya, itu menandakan kesungguhan mereka dalam berubah menjadi manusia yang lebih baik. Kalaupun memang pada akhirnya mereka tidak seperti apa yang gue kira, itu risiko yang harus gue terima karena sudah terlalu percaya kepada mereka. Dan gue tidak begitu mempermasalahkannya," ucapku panjang lebar. "Begitu, ya? Ya terserah lo aja, sih," kata Firman. Aku tahu dia khawatir sama aku. Karena dia adalah sahabat pertamaku. Selain itu dia juga menjelma sebagai kakakku. W

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN