Bab 74

1013 Kata

Aku juga ingat pada suatu hari di malam itu. Ada yang datang ke warung kopi tempatku bekerja. Adalah orang spesial, tapi bukan Shela. Mereka adalah beberapa teman sekelasku, termasuk Randy, Alan dan bahkan Alwi. Mereka sengaja datang hanya sekedar untuk bersenang-senang sembari meminum secangkir kopi. "Widih. Itu yang kata lo sering buat masalah sama lo?" tanya Firman sambil memberi isyarat lewat matanya untuk menunjuk teman-temanku. "Itu dulu. Sekarang lain cerita. Lihat saja itu! Kami sekarang adalah teman. Permusuhan kami cuma tinggal cerita," ucapku. "Wih. Bagus, dong. Gue turut seneng lo udah punya banyak teman," kata Firman. "Hahaha ... Iya, makasih," ucapku. "Ya terus kenapa lo malah di sini?" tanya Firman. "Lah. Gue kan kerja di sini. Masa gak boleh di sini?" "Maksud gue, ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN