Bab 94

1012 Kata

"Pergi ke mana, Bu?" tanyaku. Aku meneteskan air mata kala itu. Ingin sekali aku berlari dan memeluk sosoknya. Tapi apalah daya, aku masih berada dalam keraguan. Aku masih belum bisa percaya apakah itu benar-benar ibuku atau cuma ilusi atau bahkan sosok tak kasat mata yang sedang menyamar sebagai ibuku. "Jangan membalas dendam!" ucapnya lagi. Dan sudah, setelah itu pertemuanku dengan sosok yang mirip ibu itupun berakhir. Ketika aku membuka mata, semua tak lagi sama. Hanya remang cahaya kamarku yang aku lihat. Dan aku pun mendapatkan jawabannya kalau semua itu cuma mimpi. "Huff .... Mimpi, ya? Tapi kenapa rasanya kayak nyata?" tanyaku pada diri sendiri. "Ibu .... Ibu hadir ke mimpiku untuk memberitahukan hal itu, ya?" Aku bertanya lagi pada diriku sendiri. Rasanya aku benar-benar rapuh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN