Rombongan dari Sendai dan sepuluh cabang lain juga sampai, serta pegawai kantor yang bisa menyempatkan diri tuk datang. Itulah kenapa Axel sampai menyewa tiga ruangan tatami yang pintu gesernya dilepas khusus untuk hari itu. Pemburu Tokyo datang paling terakhir, mendekati jam mulai acara. Berbeda dengan beberapa yang berpakaian resmi atau santai, mereka masih memakai seragam pemburu—tanpa membawa jimat dan alat musik tentunya. “Ooi, yang paling dekat malah datang paling terakhir!” ejek Suga. “Suga-senpai,” sapa Chiyo. Raut Suga langsung cerah. “Chiii-chan! Magineee! Sini-sini—“ Suga menarik Kikuchi dan Satoru yang duduk di sebelahnya. “Duduk di sini.” “Kami duduk bersama pemburu Tokyo lain. Sungguh tidak patut rasanya duduk di dekat jejeran keluarga besar ...,” tolak Chiyo dengan sopa

