14. Taruhan

860 Kata

Aveline memilih diam, tapi bukan karena ia tak mampu membalas ucapan Dominic yang mengundang tadi. Yang begitu terang-terangan membawa arah pembicaraan ke sisi gelap yang tak pantas dibicarakan saat sarapan, karena ia tahu bahwa meladeni pria itu hanya akan membuatnya tenggelam lebih dalam dalam permainan licik yang entah bagaimana selalu dikendalikan Dominic. Maka dengan sisa harga diri yang masih ia miliki, Aveline menegakkan punggungnya dan melanjutkan sarapannya. Suapan demi suapan ia telan perlahan, walau tak benar-benar menikmati rasanya. Setiap gerakannya terasa kaku karena menahan amarah yang mendidih. Tanpa sadar, tatapannya yang penuh kesal sejak tadi tak lepas dan terus terarah pada pria di hadapannya. Dominic yang duduk santai di seberang meja, menerima sorot tajam dari m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN