~Author POV~ Kini di depan Vino dan Aga telah duduk seorang wanita dengan tangan yang terborgol. "Kamu percaya sama aku Vin, aku gak pernah ngelakuin itu sama Adin! Kumohon percayalah!" dia terus memohon kepada Vino supaya percaya padanya. "CUKUP!!! Gue muak sama semua yang lo ucapin! Gue nyesel pernah suka sama lo! Ternyata lo itu gak jauh beda sama jalang diluar sana!" Vino telah berapi-api, sejak tadi ia mencoba menahan amarahnya tapi tidak bisa. "Vin, Vin, istighfar Vin, jangan pake emosi!" Aga mencoba untuk menenangkan Vino. "Vin, kenapa kamu jadi kaya gini sih? Kamu..." kata-katanya tidak ia teruskan. Ia menangis tersedu-sedu. "Ngapain lo nangis HAH?! Gue gak akan luluh liat lo nangis! Dan lo jangan ngelak lagi, buktinya udah banyak! Bahkan sebelum kecelakaan ini lo pe

