Epilog

924 Kata

Delapan tahun kemudian... "Mamaaaaa... " seorang anak kecil berteriak kepada ibunya yang sedang memasak. "Iya sayang, ada apa?" "Mainan aku yang diatas meja dimana ma?" mimik wajahnya menunjukkan bahwa ia akan menangis. Adin mematikan kompornya dan menghampiri anak kecil tadi. Diusapnya kepala anak itu dengan lembut, membuat anak itu sedikit lebih tenang. "Azam kan udah besar, bentar lagi mau masuk sekolah, jadi Azam gak boleh cengeng. Kalau Azam lagi cari sesuatu, nyarinya harus sabar yaa!" Adin menasehati jagoannya itu yang bernama Muhammad Azam Pratama. Kini Azam hampir berumur 5 tahun, dan beberapa bulan lagi, ia akan masuk taman kanak-kanak. Azam kemudian mengangguk dan berlari ke kamarnya untuk mencari mainannya. Dari luar, Vino muncul menggendong seorang anak

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN