Bab 7: Wings and Distances

1062 Kata
Tiga Tahun Kemudian: Garis Penerbangan yang Berbeda Angin perubahan membawa ketiga lulusan terbaik Cranwell itu ke ujung-ujung berbeda dari kekuatan udara Kerajaan. Flight Lieutenant Scarlett "Viper" Reed – Pangkat: Squadron Leader (Setara Mayor). · Posisi: Staf Perencanaan Strategis, Markas Besar Angkatan Udara, London. Pilot pesawat Eurofighter Typhoon dengan Skuadron Tempur No. 29 (cadangan). · Prestasi: Kenaikan pangkat tercepat dalam angkatannya. Tak hanya brilian di udara, kemampuan analitisnya yang dingin dan koneksi keluarganya membuatnya menjadi aset berharga di meja perencanaan. Julukan "Viper" kini dikenal di koridor kekuasaan—dihormati dan sedikit ditakuti. Dia masih dalam orbit yang sama dengan Rhys Cavanaugh, yang kini telah menjadi Wing Commander (Letnan Kolonel) dan instruktur senior di sekolah tempur. Interaksi mereka profesional, tetapi Scarlett dengan sabar terus membangun jaringan pengaruhnya, menunggu momentum yang tepat. Flight Lieutenant Amelia "Lynx" Thorne – Pangkat: Flight Lieutenant (Letnan). · Posisi: Pilot pesawat angkut taktis Atlas C.1 (A400M), Skuadron No. 70, RAF Brize Norton. · Prestasi: Terkenal dengan ketelitiannya dan kemampuan navigasi jarak jauh yang sempurna. Dia adalah pilot yang dipercaya untuk misi kemanusiaan berbahaya dan pengiriman logistik penting ke zona konflik. Kecerdasannya diterjemahkan menjadi keputusan operasional yang tepat di bawah tekanan. Flight Lieutenant Kai "Hunter" Dawson – Pangkat: Flight Lieutenant (Letnan). · Posisi: Pilot pesawat multi-peran F-35B Lightning, Skuadron No. 617 ("The Dambusters"), RAF Marham. · Prestasi: Bakat alamiahnya dalam mengendalikan pesawat mencapai puncaknya di kokpit jet siluman generasi kelima. Dikenal sebagai pilot tempur agresif namun terkendali dalam latihan, dengan insting taktis yang tajam. Julukan "Hunter" sekarang bukan hanya untuk olahraga, tapi untuk kemampuannya "memburu" target dalam simulasi pertempuran udara. Hubungan yang Terjaga dari Kejauhan Meski terpisah ribuan mil oleh tugas, benang-benang yang menghubungkan mereka tidak putus. Amelia dan Scarlett tetap "teman". Komunikasi mereka terjadwal, efisien, dan penuh kode. Mereka bertukar kabar tentang promosi, tugas, dan kehidupan asmara yang sama-sama tidak ada. Amelia selalu memulai percakapan dengan hangat, tetapi selalu ada dinding kaca yang dia rasakan dari sisi Scarlett—sebuah kedinginan profesional yang tak pernah benar-benar cair. Amelia tidak pernah membicarakan Kai atau Rhys. Dan Scarlett, tentu saja, tidak pernah bertanya secara langsung. Amelia dan Rhys jarang berkomunikasi. Tapi Amelia tahu, melalui kabar angin, bahwa Rhys belum serius dengan siapa pun. Terkadang, di malam yang sunyi, dia mempertanyakan keputusannya untuk menjauh. Apakah dia terlalu gegabah? Tapi kemudian dia mengingat foto di buku Scarlett, dan ngeri itu kembali. Dia memilih untuk menjaga jarak yang aman, membatasi diri pada laporan resmi dan ucapan selamat hari raya yang formal. Amelia dan Kai... inilah hubungan yang paling aneh dan paling sering dipikirkan Amelia. Mereka jarang bertemu. Hanya pada liburan Natal saat keduanya pulang ke Cherrywood Lane. Bahkan pun, mereka tidak bertatap muka langsung. Ritual mereka aneh: dari kamar masing-masing, yang hanya dipisahkan oleh taman sempit dan pagar yang telah diperbaiki, mereka akan menyapa lewat lampu kamar. Kode itu sederhana. Satu kedip: "Halo." Dua kedip: "Bagaimana kabarmu?" Tiga kedip: "Aku baik." Dan suatu malam, setelah Natal kedua mereka, Kai memberikan empat kedip cepat. Amelia, dengan jantung berdebar, membalas dengan empat kedip. Mereka tidak pernah mendefinisikan artinya, tetapi dalam keheningan malam yang beku, itu terasa seperti sebuah pengakuan: "Aku juga merindukan ini." Komunikasi utama mereka adalah melalui saluran resmi RAF yang aman—email internal yang kadang diselipi percakapan pribadi. Awalnya kaku. Dari: Flt Lt K. Dawson Kepada:Flt Lt A. Thorne Subjek:Laporan Cuaca Sektor 7-B Thorne. Ada data anomali angin jet di kordinatmu. Cek lagi sebelum terbang. Jangan sampai kau tersesat lagi seperti di Cranwell. - Dawson Dari: Flt Lt A. Thorne Kepada:Flt Lt K. Dawson Subjek:RE: Laporan Cuaca Sektor 7-B Dawson. Anomali sudah dikonfirmasi, terima kasih. Jangan khawatir, navigasiku sudah jauh lebih baik sejak terakhir kali aku harus menyelamatkanmu dari latihan SAR yang kacau. Fokus saja pada latihan dogfight-mu, jangan sampai dijegal lagi. - Thorne Lama-kelamaan, percakapan mereka berubah. Menjadi lebih dalam. Dari: Flt Lt K. Dawson Kepada:Flt Lt A. Thorne Subjek:(Kosong) Thorne. Aku baru saja membaca laporan misi kemanusiaanmu ke [daerah konflik]. Itu... berani. Dan sangat kamu. Hati-hati di sana. Benar-benar. - K. Dari: Flt Lt A. Thorne Kepada:Flt Lt K. Dawson Subjek:RE: Dawson. Terima kasih. Aku dengar skuadronmu memenangkan penghargaan "Top Gun" latihan gabungan NATO. Selamat. Tapi jangan besar kepala. Masih ingat nilai teorimu yang kuremediasi dulu? - A. Amelia sering memandang layar komputernya, membaca ulang pesan-pesan Kai. Dia mencoba memahaminya. Kenapa perhatian kecilnya—seperti mengingatkan cuaca atau memuji misinya—terasa lebih bermakna daripada pujian langsung dari atasannya? Kenapa dia menunggu-nunggu emailnya? Kenapa kenangan tentang Kai yang berdiri di antara orang tua mereka di hari kelulusan justru lebih sering muncul daripada ingatan akan Rhys Cavanaugh? Pertemuan Kebetulan dan Misi yang Menjadi Titik Balik Setelah tiga tahun, takdir akhirnya mempertemukan mereka—tidak di tanah Inggris, tetapi di langit Laut Baltik, dalam latihan gabungan NATO berskala besar, "Operation Arctic Shield." Amelia, dengan pesawat kargo A400M-nya, ditugaskan untuk mengangkut pasukan dan peralatan cepat. Kai, dengan F-35-nya, adalah bagian dari paket pesawat tempur yang memberikan perlindungan udara. Dan Scarlett, yang kini memegang peran staf, hadir di kapal induk sebagai penghubung perencana taktis. Ini adalah pertama kalinya sejak kelulusan mereka bertiga berada di tempat yang sama. Dunia mereka yang terpisah-pisah tiba-tiba bertabrakan di medan latihan yang dingin dan bertekanan tinggi. Dan seperti biasa, di mana ada Dawson dan Thorne, di situ ada kemungkinan kekacauan… dan pencerahan. Terutama ketika sebuah situasi darurat latihan yang terasa terlalu nyata terjadi, memaksa mereka untuk mengesampingkan segala sejarah, segala keraguan, dan segala rencana tersembunyi, hanya untuk bertahan hidup. Di kapal induk, Squadron Leader Scarlett Reed, dengan seragamnya yang tanpa cela, mengawasi dari pusat komando. Matanya mengamati dua blip di layar radar: satu untuk pesawat angkut Atlas (Thorne), dan satu untuk pesawat tempur F-35 (Dawson). Senyum tipisnya muncul. Pertemuan kembali, pikirnya. Waktunya untuk uji coba sebenarnya. Mari kita lihat seberapa kuat ikatan yang terbentuk melalui email dan kedipan lampu itu. Dan jauh di atas awan, di kokpit A400M-nya, Amelia mendengar suara pengawal udara di radio—suara yang dalam dan familiar, yang pernah penuh dengan ejekan, kini tegas dan profesional: "Atlas 70-1, ini adalah Lightning 617-5. Kami di sayapmu. Siap untuk escort." Jantung Amelia berdetak kencang. Itu adalah Kai. Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, dia mendengar suaranya bukan dari rekaman atau ingatan, tetapi langsung dari udara yang mereka bagi. Perpisahan telah berakhir. Pertemuan telah dimulai. Dan di bawah langit Baltik yang kelabu, sebuah misi rutin akan segera berubah menjadi ujian terbesar bagi hati, loyalitas, dan cinta mereka yang belum terucap.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN