Zidan menarik satu sudut bibirnya. Mengejek dirinya sendiri yang tidak bisa membedakan mana Arin dan wanita lain. Ia juga tidak bisa menahan diri saat mengetahui kalau Aisya masih gadis. Bukannya berhenti, Zidan justru terus saja tanpa peduli dengan erangan kesakitan Aisya. Dari perbedaan itu harusnya ia sadar wanita yang ditidurinya bukan Arin Karena mustahil Arin masih gadis karena sudah lama ia merenggutnya. Arin juga sudah menikah dan memiliki anak. Sungguh mustahil itu terjadi. Penyesalan Zidan tidak cukup sampai disitu. Ia sudah susah payah mengatur ulang jadwal dan menyerahkan kerja sama koleganya kepada Fachri. Hanya demi menahan pria itu agar tidak pulang ke rumah, karena yakin Arin tidak akan pernah datang ke restoran untuk menemuinya. Jadilah tadi malam Zidan masuk dengan

