Tasya menyesali kelakuannya tadi,coba saja ia menerima tawaran luna dan aurel untuk pulang bersama,pasti ia tak akan terjebak hujan di halte. Ia sedari tadi masih saja menghubungi arka yang tak terjawab. Tentunya arka juga terjebak hujan di apartement ricky dan sedari tadi ponselnya ia letakkan di mobil. "Kak arka! Angkat dong. Tasya dingiin" ringisnya sudah ke 21x panggilan nya tak dijawab arka. "Kak arka kemana sih?" Ringisnya lagi. Tasya memilih berjalan disamping2 trotoar yang ditutupi pohon jadi tidak terkena hujan. Semakin ia jelajahi jalan itu,semakin lebat pula hujan hujan yang berjatuhan ditubuhnya. Tasya terlalu polos untuk menganggap arka ada urusan lain sehingga pria itu meninggalkan sekolah. Panggilan ke 22 juga tak diangkat oleh arka membuat tasya meringis kedingina

