CHAPTER 37

903 Kata

Tasya tak henti hentinya menangis sambil mengompres lebam di wajah arka,arka sampai sekarang tak sadarkan diri setelah ia dibawa ke hotel. "Kak arka, kak arka bangun" pinta tasya pada pria yang tak sadarkan diri itu. "Udah sya, arka pasti bangun kok" ujar revan menenenangkan tasya. "Iya sya,lo jangan nangis terus" ujar luna merangkul bahu tasya. "Gimana coba gue nggak nangis kalau kak arka dalam keadaan gini?" Bantah tasya. Tiba tiba tangan arka memegang pergelangan tangan tasya. " kak arka? Kak arka udah sadar? Kak arka dengar tasya kan?" Ujar tasya panik "Ka? Lo nggak papa kan?" Ujar revan yang sedari tadi menemani tasya dengan luna didalam kamar itu. "Hm" jawab arka dengan ekspresi meringis. "Kak arka jangan duduk dulu, tasya masih mau obatin luka kakak" jelas tasya menghalang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN