Minggu terakhir untuk yg ke tiga bulan tasya menunggu,tinggal satu hari lagi perjuangan tasya,ah sial! Satu minggu harinya sia sia karena sakit ini. Uhuk..uhukk.. "Ayo atuh non,dimakan satu suap aja" ucap bibi yang membujuk tasya makan,tasya tidak mau makan dari kemarin semenjak infusnya dilepas. Tasya tetap menggeleng dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut,sepertinya gadis itu sangat kedinginan. Tadi pagi aurel,luna,ricky maupun revan sudah datang menjemputnya,tetapi entah kenapa gadis ini tak bersemangat juga. Masuklah rini mama nya tasya yang terpaksa harus pamit menyusul papa tasya yang menghadapi beberapa kelelahan di brooklyn,papanya sedang mendapat bisnis besar disana,mau tak mau rini harus berangkat kesana untuk mengurusi suaminya. "Sayang,maafin mama ya sayang, mama ha

