AMANDA bangun dari pingsannya setelah satu jam dibawa Ramon ke rumah sakit. Lelaki itu masih menunggu di sana, duduk di kursi samping ranjang tempat Amanda berbaring. Menatapnya simpati. “Kak Ramon?” Amanda memanggilnya pelan. “Kenapa kamu bisa sampai pingsan di kamar mandi?” Ramon balik bertanya. Amanda bungkam dan memilih melarikan pandangannya ke arah lain, sengaja tidak menjawab pertanyaan Ramon. “Kamu stres karena sedang hamil?” tebak Ramon. Amanda memejamkan mata meringis, ia sudah menduga Ramon pasti diberitahu oleh dokter yang memeriksanya. “Aku hanya kelelahan, jadi tidak sengaja pingsan saat akan buang air kecil,” jawab Amanda, tidak ingin mengakui bahwa dirinya memang stres. “Anak siapa yang kamu kandung? Tentu saja bukan anak Victor, kan?” Ramon kembali bertanya karena pen

