Lo itu harusnya sadar, yang maksa gue buat cinta sama lo kan lo sendiri. --- Bugh! Suara yang memekikan telinga itu terdengar jelas, Aldino lebih suka menyelesaikan ini dengan cara bangku hatam, kejaidan itu pun terjadi di belakang resto yang diliputi dengan pohon besar, tidak ada yang menolong satu sama lain, mereka hanya bertempur dengan satu sama lain, mereka harus menyelesaikan masalah ini, mencari pemenangnya dan harus menerima kenyataan bahwa mereka sama sekali tidak bisa memiliki Sylena secara bersamaan. Mereka duel satu lawan satu, merebutkan perempuan yang dengan hati labil? Hahaha bodoh! Mereka berdua sama-sama bodoh! Untuk apa merebutkan seorang perempuan seperti Sylena, dan Sylena sungguh jangan berbangga hati karena tengah direbutkan oleh dua orang laki-laki, Sylena sunggu

