Nyatanya, semuanya tidak pernah selesai, karena kita tidak pernah memulai apa-apa. ---- Aldino menarik sebatang rokok, lagi, dari dalam kotaknya, ini sudah batang yang ke tiga yang ia hisap, rasanya masih sama ..., hambar. "HAH!" Aldino berteriak frustasi, Raffa yang berada disekitarnya, lalu ia hanya bisa diam, membiarkan Aldino mengeluarkan semuanya, mengeluarkan amarahnya, mengeluarkan perasaannya, Aldino tidak boleh memendamnya, ia harus berbagi dengan semesta, bahwa ia terlah menyakiti sekaligus disakiti. "Kenapa sih Al?" Tanya Zaidan berjalan santai dari dapur ke arah kamarnya, dan ia mendengar teriakan dari Aldino. "Gue ..., nampar Sylena." Aldino berkata lirih, menyesali apa yang telah ia perbuat, tapi bukan hanya itu, ia menyesal karena Sylena melindungi Sandy, sungguh, tanga

