PART 32 KESEMPATAN KEDUA Muezha menggelengkan kepalanya saat itu juga. Ia tidak mau menunggu lebih lama, karena ia tidak ingin kembali berlarut-larut dalam permasalahan yang sama. Sudah saatnya mereka berdua berbicara, dan menyelesaikan semua permasalahan yang ada, agar tidak menjadi beban lagi untuk ke depannya. Karena jujur saja, ia sudah merasa sangat lelah dengan rasa penasaran, dan juga kekecewaan yang terus menghantui hidupnya. "Aku ingin kau menjawabnya sekarang juga," ucap Muezha dengan nada menuntut yang sangat kentara. Aksa langsung berhenti bergerak begitu mendengarnya. "Aku nyaris tidak pernah menuntut apa pun darimu, kecuali soal keputusan yang ingin berpisah waktu itu." Aksa terdiam, tapi ia langsung membenarkan ucapan Muezha dari dalam hatinya. Ia menyadari jika wanita

