EPILOG (END) Dirga tampak menghela napas panjang sebelum mengulurkan telapak tangan kanannya ke tengah-tengah meja, agar Aksa bisa menjabat tangannya untuk segera melakukan ijab kabul di sana. “Aksara Graviel Daraja bin Keenan Daraja, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri saya, Muezha Alvina Puritama, dengan maskawin seperangkat alat salat dan uang sebesar dua puluh juta rupiah dibayar tunai.” “Saya terima nikah dan kawinnya Muezha Alvina Puritama binti Dirga Puritama dengan maskawin tersebut dibayar tunai.” “Sah?” “SAH.” “Alhamdulillah ....” Raut wajah kaku yang sempat Aksa tampilkan saat akan melangsungkan ijab kabul sekaligus menjabat tangannya Dirga, kini langsung sirna seketika. Bahkan ia juga sudah bisa memamerkan senyum leganya ke arah kamera setelah mengusa

