💜 L-I-M-A 💜

569 Kata
"Dadah! Gue masuk dulu ya. Kalau udah sampai rumah, kabarin ya Fat," ucap Gretha sambil melambaikan tangannya di udara. "Iya. Lo juga kalau ada apa-apa kabarin." "Iya. Yaudah sana." Fattan menutup kaca mobilnya lantas bergegas pergi dari parkiran gedung pertelevisian itu. Gretha membuka ponselnya lantas membaca sekilas ruangan tempat berkumpul nanti. Ruangan G13. Dia mengeratkan tasnya lantas berjalan dengan cepat menuju ruangan itu. Sesampainya di sana, hanya ada beberapa kru acara. Gretha sempat berbincang singkat setelah itu dia duduk sambil menunggu kru yang lain. Dia menunduk lalu menggerak-gerakan kakinya. Baru juga enam menit berlalu, tetapi waktu yang sudah dirasakannya terasa begitu lama. Gretha menarik napas pelan lantas memilih untuk memaikan ponsel. Membuka akun media sosialnya, melihat post-an dan story teman-temannya. Tidak ada satu pun yang menarik. Semuanya didominasi oleh kepameran. Entah mereka pamer mobil mewah, rumah yang megah, atau pun makanan dari restauran bintang lima. Gretha muak dengan itu. Media sosial menjadi ajang pamer. Sehingga dia hanya membuka fitur chat. Mencari kontak Fattan lalu mengirimkannya sebuah pesan singkat. Gretha Di sini masih sepi Gretha Gue kesepian Gretha Lo sih kecepatan Buru-buru banget Fattan Gue baru banget sampai rumah Fattan Ya bagus dong, daripada telat Gretha Masa Gretha Tiba-tiba gue laper Fattan Emang bener-bener nyusahin ya lo Fattan Mau makan apaan? Gretha Ayam goreng tepung Fattan Tunggu bentar Fattan Gue pesenin lewat ojek online Fattan Nanti lo ambil di luar Gretha Eh jangan Gretha Gue ambil duit di ATM Fattan Gue yang bayarin Fattan Lo tinggal ambil Gretha Ok. Sahabat ganteng Gretha Makasih Fattan Baru saja Gretha ingin membalas lagi pesan dari Fattan, fokusnya langsung buyar begitu mendengar orang tengah berbicara. Dia menoleh ke sumber suara dan langsung mematung seketika. Reymond Carlos Seorang food vloggers paling tampan se-Indonesia kini tengah berada satu ruangan dengan Gretha. Perempuan itu mengamati rambutnya, hitam pekat dan terlihat begitu halus. Tubuhnya tinggi dan tegap. Kulitnya kuning langsat. Wajahnya yang luar biasa tampan. Dia tengah berbincang lalu menoleh ke arah Gretha. Dia tersenyum kecil lalu berjalan dan duduk tepat di sebelah perempuan itu. "Gretha Amarina ya?" tanyanya dengan ramah. Senyuman pun tidak luruh dari bibirnya. Gretha sempat mematung beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk. "Iya, Bang." Gretha tahu memang umur mereka terpaut jauh, ya sekitar empan sampai lima tahun. Oleh karena itu, lebih sopan jika dia memanggilnya Bang. Enggak mungkin dong panggilnya Pak. Dia terkekeh pelan membuat kecanggungan di antara mereka mulai meluruh. "Panggilnya Rey aja. Enggak perlu ada embel-embel lain." Seakan kerbau yang dicocok hidungnya. Gretha langsung mengangguk patuh. "Iya, Rey," ulangnya. Rey mengambil sekotak makanan dari dalam tas yang dibawa lantas memberikannya ke Gretha. "Cobain ya. Dari restauran aku." Tanpa pikir panjang Gretha langsung mengambilnya. "Nanti kalau ada yang kurang, komentarin ya." "Iya, Rey." Rey menuju ke arah para kru di sana. "Aku mau ke sana dulu," ucapnya meminta izin. "Oh, iya, boleh." Rey tersenyum manis lalu berjalan menjauhi Gretha. Ponsel perempuan itu bergetar. Pesan dari Fattan seketika masuk ke dalam layar ponselnya. Fattan Abang ojeknya udah di depan Fattan Ambil, cpt Gretha Fat, gue udah menemukan target Fattan Target apaan? Gretha Pacar gue Fattan Siapa? Gretha Reymond Carlos. Food vloggers tampan itu Fattan Ngaca dikit, wahai sahabat Gretha Gue yakin banget, gue akan dapatkan dia Gretha Dia ramah banget. Apa krn suka sama gue ya? Gue kan cantik Fattan Percaya diri yang bagus Fattan Yaudah, semangat! Fattan Tancap gas terus Fattan Ambil makanannya dulu di depan Fattan Kebanyakan curhat Gretha Iyaaaa
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN