"Dadah! Gue masuk dulu ya. Kalau udah sampai rumah, kabarin ya Fat," ucap Gretha sambil melambaikan tangannya di udara.
"Iya. Lo juga kalau ada apa-apa kabarin."
"Iya. Yaudah sana." Fattan menutup kaca mobilnya lantas bergegas pergi dari parkiran gedung pertelevisian itu.
Gretha membuka ponselnya lantas membaca sekilas ruangan tempat berkumpul nanti. Ruangan G13. Dia mengeratkan tasnya lantas berjalan dengan cepat menuju ruangan itu.
Sesampainya di sana, hanya ada beberapa kru acara. Gretha sempat berbincang singkat setelah itu dia duduk sambil menunggu kru yang lain. Dia menunduk lalu menggerak-gerakan kakinya. Baru juga enam menit berlalu, tetapi waktu yang sudah dirasakannya terasa begitu lama.
Gretha menarik napas pelan lantas memilih untuk memaikan ponsel. Membuka akun media sosialnya, melihat post-an dan story teman-temannya. Tidak ada satu pun yang menarik. Semuanya didominasi oleh kepameran. Entah mereka pamer mobil mewah, rumah yang megah, atau pun makanan dari restauran bintang lima. Gretha muak dengan itu.
Media sosial menjadi ajang pamer.
Sehingga dia hanya membuka fitur chat. Mencari kontak Fattan lalu mengirimkannya sebuah pesan singkat.
Gretha
Di sini masih sepi
Gretha
Gue kesepian
Gretha
Lo sih kecepatan
Buru-buru banget
Fattan
Gue baru banget
sampai rumah
Fattan
Ya bagus dong,
daripada telat
Gretha
Masa
Gretha
Tiba-tiba gue laper
Fattan
Emang bener-bener
nyusahin ya lo
Fattan
Mau makan apaan?
Gretha
Ayam goreng tepung
Fattan
Tunggu bentar
Fattan
Gue pesenin lewat ojek online
Fattan
Nanti lo ambil di luar
Gretha
Eh jangan
Gretha
Gue ambil duit di ATM
Fattan
Gue yang bayarin
Fattan
Lo tinggal ambil
Gretha
Ok. Sahabat ganteng
Gretha
Makasih
Fattan
Baru saja Gretha ingin membalas lagi pesan dari Fattan, fokusnya langsung buyar begitu mendengar orang tengah berbicara. Dia menoleh ke sumber suara dan langsung mematung seketika.
Reymond Carlos
Seorang food vloggers paling tampan se-Indonesia kini tengah berada satu ruangan dengan Gretha. Perempuan itu mengamati rambutnya, hitam pekat dan terlihat begitu halus. Tubuhnya tinggi dan tegap. Kulitnya kuning langsat. Wajahnya yang luar biasa tampan.
Dia tengah berbincang lalu menoleh ke arah Gretha. Dia tersenyum kecil lalu berjalan dan duduk tepat di sebelah perempuan itu. "Gretha Amarina ya?" tanyanya dengan ramah. Senyuman pun tidak luruh dari bibirnya.
Gretha sempat mematung beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk. "Iya, Bang." Gretha tahu memang umur mereka terpaut jauh, ya sekitar empan sampai lima tahun. Oleh karena itu, lebih sopan jika dia memanggilnya Bang. Enggak mungkin dong panggilnya Pak.
Dia terkekeh pelan membuat kecanggungan di antara mereka mulai meluruh. "Panggilnya Rey aja. Enggak perlu ada embel-embel lain."
Seakan kerbau yang dicocok hidungnya. Gretha langsung mengangguk patuh. "Iya, Rey," ulangnya.
Rey mengambil sekotak makanan dari dalam tas yang dibawa lantas memberikannya ke Gretha. "Cobain ya. Dari restauran aku."
Tanpa pikir panjang Gretha langsung mengambilnya. "Nanti kalau ada yang kurang, komentarin ya."
"Iya, Rey."
Rey menuju ke arah para kru di sana. "Aku mau ke sana dulu," ucapnya meminta izin.
"Oh, iya, boleh." Rey tersenyum manis lalu berjalan menjauhi Gretha.
Ponsel perempuan itu bergetar. Pesan dari Fattan seketika masuk ke dalam layar ponselnya.
Fattan
Abang ojeknya udah di depan
Fattan
Ambil, cpt
Gretha
Fat, gue udah menemukan target
Fattan
Target apaan?
Gretha
Pacar gue
Fattan
Siapa?
Gretha
Reymond Carlos.
Food vloggers tampan itu
Fattan
Ngaca dikit, wahai sahabat
Gretha
Gue yakin banget,
gue akan dapatkan dia
Gretha
Dia ramah banget.
Apa krn suka sama gue ya?
Gue kan cantik
Fattan
Percaya diri yang bagus
Fattan
Yaudah, semangat!
Fattan
Tancap gas terus
Fattan
Ambil makanannya dulu di depan
Fattan
Kebanyakan curhat
Gretha
Iyaaaa