Junno menurunkan Camelia tepat setelah mereka sudah berada di dalam kamar mandi, dan dia mendorong perempuan itu hingga terpojok di bawah shower. Kemudian menyalakan krannya sehingga air dingin mengalir menimpa tubuh mereka berdua. Camelia tertawa seraya mengusap wajahnya yang basah terkena aliran air, kemudian ia menyambut pria itu yang segera meraih ciuman dari bibirnya. Suara decapan dan aliran air saling berlomba untuk mendominasi ruangan yang tidak terlalu besar itu, bersamaan dengan kedua tangan mereka yang saling menyentuh. Junno melepaskan pakaiannya yang sudah basah begitupun Camelia, dan segera saja keduanya kini dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun. Mereka saling tatap untuk mengagumi tubuh masing-masing, dan setelahnya seulas senyum terbit menghiasi wajah-wajah basah

