Bab 45. Intrik

1336 Kata

"Jadi aku menyewa apartemen milikmu ya?" Camelia merebahkan kepalanya di atas tangan Junno yang terlipat. Dan kini mereka sudah beralih ke tempat tidur yang awalnya hanya muat untuk satu orang saja. Tetapi keduanya memutuskan untuk menghabiskan malam itu bersama dan membicarakan banyak hal. "Ya." "Dan kamar itu adalah tempatmu membunuh selingkuhan mantan istrimu?" Junno menganggukkan kepala. "Tapi kenapa rasanya biasa saja?" "Apa maksudmu dengan biasa saja?" "Seperti kamar pada umumnya. Bahkan terlihat nyaman." "Itu karena kau tidak tahu cerita sebelumnya. Tapi kalau sudah tahu, entah bagaimana nanti?" "Itu mudah. Aku tidur di sini saja denganmu." Camelia tertawa. "Kasurnya sempit." Junno mulai salah tingkah. "Tidak kalau kita berdekatan seperti ini." Dan Camelia bergeser sehin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN