Junno menyesap rokok di tangannya lalu dia meniupkan asapnya di udara yang segera terbang dan buyar terbawa angin. Dia menatap langit temaram Jakarta yang masih menyisakan gurat-gurat jingga keemasan yang tampak mempesona dan meninggalkan perasaan yang aneh di dalam hatinya. Lalu pandangannya tertuju pada pria berjas hitam yang keluar dari dalam bangunan apartemen tempatnya tinggal, yang berjalan tergesa ke arah mobilnya. Junno tidak bereaksi, namun dia hanya memperhatikan Bima yang tergesa pergi dengan mobilnya. "Pantas saja perempuan itu tampak sangat menikmati ketika sedang bersamaku. Rupanya apa yang dia berikan hanya sebatas itu saja?" Junno bergumam. "Bahkan sepuluh menit pun tidak." Lalu dia melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul setengah enam sore. Junno mendongak

