Bab 34. Junno Dan Camelia

1605 Kata

Camelia menjatuhkan bokongnya di atas rumput taman apartemen setelah berlari mengelilingi track pejalan kaki di area itu. Begitu pun Junno yang ikut setelahnya dia menyerah untuk membujuk perempuan tersebut. "Tidak bisa dibayangkan kau melakukannya setiap hari, menjelang pagi dan lebih lama dari yang aku lakukan." Dia merentangkan kedua kakinya yang terasa lemas. "Ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan latihan lainnya. Dan lari adalah kegiatan yang paling memungkinkan untuk dilakukan sekarang." "Ya, untukmu. Tapi bagiku ini terasa menyiksa." Camelia menyentuh kedua lututnya. "Baru dua putaran, ayo kita lanjutkan?" Junno bangkit dari duduknya. "Tidak mau, aku capek." Namun Camelia menolak. "Katamu kau mau olah raga?" "Ya, tapi tidak begini juga." "Hah, terserahlah. Aku tinggal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN