Kediaman Keluarga Alastair Desa Solandis, Kota Adarlan * Gerhard mengerjapkan matanya berulang kali sambil meregangkan tubuhnya ke seluruh sudut. Mulutnya terbuka lebar, mengambil pasokan oksigen lebih banyak setelah dirinya tertidur selama semalaman. "Hoaaam sudah pagi," lenguhnya panjang sambil beranjak dari tempat tidurnya lalu kembali merentangkan tangannya ke udara. Sebesit ingatan pun kembali ke benak Gerhard saat pria itu menyadari jika ia mengalami mimpi aneh. Pria itu pun melihat ke sekitarnya untuk memastikan bahwa pria berbaju zirah bernama Qurt yang tadi malam mendatanganinya hanyalah bunga tidurnya. "Mungkin hanya bunga tidur," ujar Gerhard lalu menggidikan kedua bahunya dan berusaha menghilangkan pikirannya tentang kejadian tadi malam. Setelah merasakan tubuhnya yang

